Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta...
terus hidup...
sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan...


(Kahlil Gibran)

Tuesday, April 12, 2022




KAISAR MONGOL DAN ANAK MUDA


Cucu Genghis Khan yang bernama Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Kaisar Mongol itu menaklukan Daulah Abbasiyah yang sudah berdiri lebih dari 500 tahun. Baghdad dijarah habis. Masjid diruntuhkan. Al-Hikmah, perpustakaan terbesar yang koleksi bukunya mencapai puluhan ribu dihancurkan. Jumlah korban amat banyak. Sebagian mengatakan 200 ribu, sedangkan yang lain meyakini jumlahnya 400 ribu jiwa.

Setelah meratakan Baghdad, Hulagu Khan ingin bertemu dengan seseorang yang paling berilmu di kota itu. Tidak ada ulama yang berani menemuinya karena semua takut dengan kekejaman Hulagu. Sampai akhirnya seorang pemuda yang bernama Kadihan, datang dan menemui Kaisar. Kadihan datang dengan membawa tiga ekor binatang, yaitu unta, kambing dan ayam. 

Ketika bertemu dengan sang pemuda, Hulagu berkata, “ Dari sekian banyak ulama di kota ini, hanya kau yang menemuiku …?”

Kadihan menjawab, “Kalau kau ingin bertemu dengan yang lebih besar, di luar ada unta. Jika kau ingin bertemu dengan yang berjenggot panjang, di luar ada kambing. Dan jika kau ingin bertemu dengan yang bersuara keras, di luar ada ayam…”

“Baiklah. Aku ingin bertanya padamu hai pemuda.  Apa yang membawaku kesini ?” Tanya Hulagu.

“Perbuatan kami sendirilah yang telah membawamu kesini. Kami tidak pernah lagi mensyukuri nikmat pemberian Allah. Kami telah tenggelam dalam kesenangan dunia dan berfoya-foya. Kami hanya sibuk mengejar pangkat, jabatan dan kekayaan. Allah-lah yang telah menggerakanmu untuk menarik kembali semua kenikmatan itu dari kami “ Jawab Kadihan.

“Lalu apa yang dapat mengusirku dari sini ?” Lanjut Hulagu.

“Jika kami kembali menyadari diri, kembali mensyukuri nikmat yang Allah berikan dan kami berhenti bertikai satu sama lain. Maka anda tidak akan bisa bertahan disini ..!” Jawab Kadihan dengan tegas.


Hentikan pertikaian – hilangkan perbedaan – utamakan persatuan. 

Maka kita menjadi umat yang tidak mudah dipecah-belah, diadu domba dan dikalahkan.


-end-

No comments:

Post a Comment